Desa Weru Kidul Ubah Sampah jadi Rupiah

Desa Weru Kidul Ubah Sampah jadi Rupiah

BERNILAI. Desa Weru Kidul, Kecamatan Weru sudah mengolah sampah menjadi lebih bermanfaat. Foto : Ist/Rakyat Cirebon--

CIREBON, RAKYATCIREBON.ID - Menangani persoalan sampah di suatu wilayah memang tidaklah mudah, tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Apalagi, Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg menginginkan persoalan sampah itu sudah harus selesai di tingkat desa.

Kuwu Desa Weru Kidul, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Nurwenda menjelaskan, pihaknya menangani persoalan sampah di desanya sudah sejak belasan tahun lalu, yang semula sampah bak menggunung, kini pelan-pelan mulai terselesaikan. Karena setelah dirinya menjabat sebagai kuwu, ia langsung fokus kepada penanganan sampah, karena sesuai visi misinya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat salah satunya adalah menangani persoalan sampah.

"Memberikan pelayanan itu, ya salah satunya adalah menangani sampah. Kedua, kita memberikan edukasi tentang pemanfaatan sampah dan sekarang sampah-sampah ini sudah menjadi nilai ekonomis dan menghasilkan rupiah," ungkap Kuwu Weru Kidul, Nurwenda, Rabu (5/10).

Diantaranya, sampah-sampah yang dihasilkan oleh masyarakat ini dilakukan pemilahan mana kategori sampah organik dan anorganik. Dari situ, sampah yang organik dirinya memanfaatkan untuk budidaya maggot, kemudian untuk median tanah (penyubur tanah) serta pembuatan paving block dari sisa pembakaran sampah. 

BACA JUGA:Progres Pembangunan Taman Pedati Gede Cirebon Sudah 40 Persen

"Selain sampah yang bisa didaur ulang dan bernilai ekonomis, ya kita bakar. Tapi targetnya ke depan, persoalan sampah tidak lagi ada pembakaran, tapi bagaimana tetap sampah itu selesai," jelasnya.

Ia menjelaskan, sampah organik yang dapat dimanfaatkan untuk median tanah adalah diperoleh dari sampah-sampah, seperti dari sayur-sayuran, dedaunan dan buah-buahan. 

"Yang lainnya, seperti sisa-sisa tulang itu kita jadikan makanan untuk maggot. Dan budidaya maggot sudah berjalan satu tahunan," imbuhnya.

Kalau dari sisa abu bakar yang dijadikan sebagai bahan pembuatan paving blok, akunya memang sudah banyak yang meminta atau memesan, akan tetapi pihaknya tidak bisa menjanjikan, karena untuk pemenuhan dari segi bahan bakunya masih dibilang belum mencukupi. 

BACA JUGA:HUT ke-77 TNI, Kodim 0620/Kab Cirebon Bantu Purnawirawan dan Warakawuri

"Banyak yang meminta paving blok dari sampah. Tapi kita bingung, soalnya bahan bakunya terbatas," katanya.

Selain itu, dari sampah-sampah yang organik juga ia memanfaatkan untuk pembesaran ternak, seperti kambing, ayam dan entok. 

"Kan kita memiliki pasar hewan, jadi beberapa bulan menjelang lebaran kita kan panen dan pasti tinggi harganya, dan kita jual hasil ternak dari pembesaran itu. Simulasi seperti itu untuk ketahanan pangannya," ucapnya.

Meski sudah ada terobosan terhadap penyelesaian persoalan sampah, namun pihaknya belum pernah mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah daerah Kabupaten Cirebon. 

Sumber: