Menag Interuksikan Stafsusnya Pantau Natal di Cirebon

Menag Interuksikan Stafsusnya Pantau Natal di Cirebon

Stafsus Menteri Agama RI, Nuruzzaman saat bertemu dengan Romo Antonius dan meninjau pelaksanaan Misa Natal di Gereja Katholik Bunda Maria.--

HARJAMUKTI - Malam Natal, yang jatuh pada Sabtu malam (24/12), menjadi malam membahagiakan bagi saudara-saudara Nasrani, karena pada malak tersebut, mereka merayakan Hari Besarnya.

Di Kota Cirebon, Gereja Katholik Bunda Maria di Dukuh Semar, Kelurahan Kecapi, Harjamukti, menjadi salahsatu titik perayaan malam Natal para umat Nasrani , dimana sekitar 2000an jemaat melaksanakan Misa malam Natal disana.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Rakyat Cirebon, pelaksanaan Misa malam Natal di Gereja Katolik Bunda Maria digelar tiga sesi, karena masih diterapkan protokol kesehatan, sehingga jemaat bisa menyesuaikan dengan jadwal Misa yang akan diikuti.

Tiga sesi Misa Natal yang dilaksanakan di Gereja Katholik Bunda Maria, dilaksanakan mulai pukul 16.00 WIB untuk sesi pertama, pukul 19.00 WIB, untuk sesi kedua dan pukul 22.00 WIB untuk sesi ketiga, dan untuk Natal tahun ini semua dilaksanakan secara offline.

BACA JUGA:AKBP Fahri Siregar Dimutasi Jadi Kapolres Indramayu

Untuk memastikan amannya pelaksanaan Misa malam Natal, Staf Khusus Menteri Agama RI, Nuruzzaman, turun langsung melakukan pemantauan di Gereja Katholik Bunda Maria, Dukuh Semar pada malam Natal kemarin.

Kepada wartawan, Kang Zaman, sapaan akrabnya menyampaikan bahwa ia diutus langsung oleh Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas untuk memastikan perayaan Natal di Cirebon berlangsung dengan lancar dan aman.

"Saya datang ke gereja ini atas perintah Gus Menteri Agama untuk memastikan proses ibadah ini aman, nyaman, dan ikut riang dan bergembira," ungkap Kang Zaman.

Tak hanya di Cirebon, lanjut Kang Zaman, Kementerian Agama di seluruh jajaran juga turun ke seluruh wilayah, dan diberikan perintah untuk memastikan perayaan Natal berlangsung dengan baik.

BACA JUGA:Tinjau Sterilisasi Gereja Jelang Natal, Waka Polda Jabar: Sejauh Ini Masih Aman

"Kami di Kementerian Agama RI sebenarnya di seluruh jajaran untuk bisa berkunjung, bersilaturahim dengan saudara-saudara kita yang sedang merayakan perayaan Natal, karena ini adalah hari bahagia bagi teman atau saudara-saudara kita di Katolik maupun di Kristen, dan kita harus ikut senang dan berbahagia," jelas Kang Zaman.

Ditengah perayaan Natal kemarin, kata Kang Zaman, Kemenag juga kembali menegaskan bahwa toleransi harus di junjung tinggi di seluruh Indonesia, dan tahun 2022 ini, ditetapkan Kemenag sebagai tahun toleransi, sehingga toleransi bukan hanya menjadi slogan tanpa arti, melainkan bisa dituntukan dalam bentuk refleksi dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat perayaan Natal kali ini.

"Toleransi itu bukan hanya menghargai perbedaan, tapi harus bisa sampai pada bekerja sama di dalam perbedaan, itulah kunci toleransi yang sebenarnya," tegas Kang Zaman.

Sementara itu, Romo Antonius Haryanto mengatakan, Misa Natal digelar tiga sesi dengan tujuan agar para jemaat bisa dibagi, sehingga tidak menumpuk di satu waktu.

Sumber: