DPRD Minta Kementerian Tinjau Ulang Hak Paten Brand Batik Trusmi

DPRD Minta Kementerian Tinjau Ulang Hak Paten Brand Batik Trusmi

Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Harry Saputra Gani saat diwawancarai usai rapat, Kamis (02/10). FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON--

CIREBON - Bukannya menemukan win win solution untuk keberlangsungan kerjasama dengan PT KAI, Walk Out nya Owner BT Batik Trusmi dari forum rapat di DPRD memunculkan berbagai masukan baru. 

Di forum, Wakil Ketua DPRD, Harry Saputra Gani sampai menceritakan dirinya mendapatkan masukan dari masyarakat di wilayah Trusmi saat persoalan ini ramai. 

Mempertimbangkan suara-suara yang ia dengar dari masyarakat di wilayah Trusmi tersebut, HSG bahkan terang-terangan mengusulkan agar nama Trusmi tidak lagi menjadi brand sebuah perusahaan. 

BACA JUGA:PT KAI Minta Maaf di Forum, Anjurkan Pemkot Usulkan Perubahan Nama Stasiun

Meskipun diketahui, kata Trusmi saat ini menempel pada sebuah brand yang sudah didaftarkan secara Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai sebuah brand fashion batik. 

Diwawancarai setelah rapat, HSG juga terang-terangan bahwa DPRD tak hanya merekomendasikan agar kerjasama PT KAI dibatalkan, namun juga akan mengusulkan agar hak kekayaannya intelektual BT Batik Trusmi sebagai brand fashion ditinjau ulang oleh Direktorat Jenderal Kekayaannya Intelektual. 

"Kita juga mengusulkan agar Kementerian terkait meninjau ulang, atau membatalkan Haki daripada Batik Trusmi, karena batik trusmi merupakan warisan budaya bagi warga Trusmi dan pengrajin batik di sana," ungkap HSG. 

BACA JUGA:Rugikan Negara Rp24 Miliar, Kejaksaan Tetapkan MY Jadi Tersangka

Berbicara Trusmi, lanjut HSG, harusnya vulan berbicara masalah sebuah brand, akan tetapi lebih luas adalah seolah wilayah yang mayoritas masyarakatnya merupakan pengrajin dan pelestari batik. 

"Kalau kita bicara batik trusmi, bukan bicara nama brand, tapi bicara kerajinan kearifan lokal di daerah tersebut, kita minta agar ditinjau kembali, karena batik trusmi hak kekayaan warga cirebon. jangan sampai dipatenkan pihak swasta," kata HSG.

Diakui HSG, ia juga kerap mendengarkan keluhan-keluhan dari masyarakat Trusmi, meskipun itu diluar Kota Cirebon, terkait dengan Trusmi yang kini dipatenkan menjadi nama sebuah brand. 

BACA JUGA:Terbaik untuk Mabar! 7 Game Online Co-Op dan Multiplayer Paling Seru Dimainkan Bareng Teman

"Ini secara tidak langsung mematikan pengrajin batik lain yang ada di wilayah Trusmi," kata HSG. (sep)

Sumber: