DLH Kabupaten Cirebon Optimalkan Pengangkutan Sampah dengan Armada 72 Dump Truck

DLH Kabupaten Cirebon Optimalkan Pengangkutan Sampah dengan Armada 72 Dump Truck

OPTIMALKAN. Tim dari DLH Kabupaten Cirebon sedang mengangkut sampah pada salah satu TPS Desa di Kabupaten Cirebon.-ISTIMEWA/RAKYATCIREBON.DISWAY.ID-

CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon mencatat total armada pengangkut sampah yang dimiliki saat ini sebanyak 72 unit dump truck. Dari jumlah tersebut, 63 unit dalam kondisi operasional, sementara 9 unit lainnya mengalami kerusakan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono melalui Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan, Suyanto menjelaskan, pihaknya terus mengoptimalkan pengangkutan sampah, khususnya dari desa-desa yang telah menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) dengan DLH.

“Hampir 240 desa sudah melakukan MoU dengan kami. Untuk pengangkutan, tidak selalu setiap hari, tetapi ketika tempat penampungan sudah penuh, kami langsung angkut,” jelasnya.

Bagi desa yang belum menjalin MoU, DLH Kabupaten Cirebon membuka peluang kerja sama. Pihak desa dapat mengajukan surat permohonan untuk pengangkutan sampah. Namun, Suyanto menegaskan, tidak semua permintaan dapat langsung dipenuhi karena keterbatasan armada.

"Ada juga desa yang sudah mau bikin surat ke kita untuk kerjasama atau MOU terkait dengan pengangkutan sampah. Cuma kan ya tadi karena mungkin ada keterbatasan juga ya kita juga tidak semua bisa terangkut kan," tegasnya.

Dengan adanya 72 unit dumptruck yang dimiliki Pemda Kabupaten Cirebon, Ia mengakui masih ada keterbatasan armada dan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang menjadi kendala utama dalam pengangkutan sampah secara menyeluruh.

Saat ini, Kabupaten Cirebon memiliki dua TPA aktif, yakni di Gunung Santri yang berlokasi di Kepuh untuk wilayah barat, serta TPA Kubang Deleg di Karangwareng untuk wilayah timur.

Dari dua lokasi tersebut, ditambahkan Yanto, kapasitas sampah yang dapat ditangani hanya sekitar 400 ton per hari. Sementara itu, total produksi sampah di Kabupaten Cirebon diperkirakan mencapai hampir 1.300 ton per hari.

“Artinya setiap hari pasti ada penumpukan, karena yang bisa diangkut hanya sekitar 400 ton. Sisanya, sekitar 700 sampai 900 ton tidak terangkut, sehingga menumpuk di sejumlah titik,” tambahnya.

Untuk mengatasi tumpukan sampah liar, Yanto mengungkapkan, DLH Kabupaten Cirebon juga memiliki tim khusus yang disebut “tim siber sampah”. Tim ini bertugas menangani tumpukan sampah di berbagai lokasi, termasuk di pinggir jalan.

“Dalam satu lokasi tumpukan besar, bisa sampai 10 dump truck, bahkan 15 unit untuk mengangkutnya. Biasanya ada permintaan dari desa. Kalau tumpukannya kecil dan berada di jalur yang sudah masuk rute, tim siber langsung angkut,” ungkapnya. (its)

Sumber:

Berita Terkait