BUMDes Bobos Kembangkan Wisata dan Pertanian, Dorong Kemandirian Ekonomi Desa

BUMDes Bobos Kembangkan Wisata dan Pertanian, Dorong Kemandirian Ekonomi Desa

PENGEMBANGAN. Salah satu unit usaha BUMDes Bobos berupa tanaman Bonteng yang sudah dipanen belum lama ini.-ISTIMEWA/RAKYATCIREBON.DISWAY.ID-

CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bobos, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, terus mengembangkan berbagai unit usaha sebagai upaya meningkatkan perekonomian desa.

Kuwu Desa Bobos, Maman Kardiman menjelaskan, BUMDes saat ini mengelola sektor pariwisata dan pertanian yang menjadi potensi unggulan desa.

Salah satu unit usaha yang dikelola adalah objek wisata Taman Wisata Bukit Lumpang. Tempat wisata tersebut menjadi daya tarik masyarakat lokal maupun luar daerah, sekaligus membuka peluang lapangan kerja bagi warga sekitar.

“BUMDes ini pengelola tempat wisata Taman Wisata Bukit Lumpang. Selain itu, kami juga bergerak di bidang pertanian,” jelasnya.

Sementara itu, Maman menambahkan, di sektor pertanian, BUMDes Bobos mengembangkan budidaya tanaman bonteng (mentimun). Masa tanam hingga panen berlangsung sekitar 40 hari. Dalam satu kali masa tanam, tanaman bonteng dapat dipanen antara 12 hingga 15 kali, tergantung pada kondisi cuaca dan perawatan.

“Kalau cuaca bagus, bisa sampai 15 kali panen per sekali tanam. Kadang 12 kali, tergantung kondisi,” tambahnya.

Lahan yang digunakan untuk budidaya bonteng, kata Maman, mencapai sekitar satu hektare. Pengelolaan pertanian ini melibatkan pemuda desa yang tergabung dalam pengelola BUMDes.

"Ya hampir satu hektar kalo diitung sama yang sedang di urug itu sih. Pengelolaannya pemuda desa yang masuk dalam pengelola BUMDes mba," katanya saat ditemui Rakyat Cirebon, (26/2).

Tak hanya itu, Ia juga mengungkapkan, BUMDes Bobos juga mulai merintis usaha peternakan bebek. Saat ini telah tersedia sekitar 1.000 bibit bebek yang masih dalam tahap pembesaran. Program ini diharapkan menjadi sumber pendapatan baru bagi desa ke depannya.

"Ya semoga peternakan bebek yang baru dirintis ini menjadi pendapatan baru bagi desa ke depannya ya. Untuk berapa ekornya, kita ada 1000 anak bebek," ungkapnya.

Untuk pendapatan tahunan, Maman mengakui BUMDes masih dalam tahap awal pengembangan sehingga belum dapat menyampaikan angka pasti. Evaluasi dan perhitungan pendapatan akan dilakukan setelah usaha berjalan stabil.

“Karena ini masih baru mulai, untuk pendapatan per tahun belum bisa kami jelaskan. Nanti akan dihitung setelah berjalan,” tuturnya.

Dengan pengelolaan wisata, pertanian, dan peternakan secara bertahap, BUMDes Bobos diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi Desa Bobos serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

"Ya semoga mampu memperkuat kemandirian ekonomi Desa Bobos serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (its)

Sumber:

Berita Terkait