Pemuda Karangmuncang 2 Bulan Kelola Bebek Petelur, Omset BUMDes Tembus 22Juta!
Omset Tembus 22juta. Direktur Bumdes Jagaraksa Karang Muncang Hermawan menerima kunjungan Ketua DPRD Nuzul Rachdy di kandang bebek petelur.-(Bubud Sihabudin-Rakyat Cirebon)
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID, KUNINGAN - Terbatasnya ADD maupun Dana Desa, dampak efisiensi, membuat Pemdes harus berpikir keras, supaya pembangunan berjalan dan PADes meningkat. Sebuah pilihan yang yang harus diputuskan dalam kondisi seperti sekarang.
Hal ini dilakukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jagaraksa, Desa Karangmuncang, Kecamatan Cigandamekar, kini banyak melibatkan para pemuda setempat untuk memperoleh ide cemerlang memilih sektor usaha yang tepat, investasi jangka panjang yang aman dan berkelanjutan.
Bumdes melirik geliat ekonomi berbasis ketahanan pangan, Unit usaha peternakan bebek petelur dipilih Direktur Bumdes Jagaraksa Hermawan (34 th) dan pengurus, pada Desember 2025. Meski berjalan lebih dari 2 bulan, kini menjadi salah satu motor penggerak Pendapatan Asli Desa (PADes).
Hermawan menyebutkan saat ini BUMDes mengelola 700 ekor bebek, dengan sekitar 350 ekor sudah memasuki masa produktif. Hasil telur dipasarkan dalam bentuk telur segar maupun telur asin, dengan sistem pemasaran offline dan daring, serta suplai kebutuhan program Makan Bergizi (MBG) sebanyak 3 kali dalam sepekan.
“Sejak awal kami memilih bebek petelur karena sudah memiliki market, dan tidak bergesekan dengan usaha lain di desa ini. Jadi tidak ada kesulitan dalam pemasaran, baik telur mentah maupun telur asin,” kata Hermawan, saat mendampingi kunjungan Ketua DPRD Nuzul Rachdy di lokasi peternakan, Sabtu (28/2/2026).
Produk unggulan berupa telur asin, diberi merek Raos'e, dipasarkan dengan harga Rp15.000 per pack, berisi 4 butir setiap pack-nya. Lokasi peternakan dan produksi telur asin berada dalam satu kawasan untuk menjaga kualitas dan efisiensi produksi.
Dari penjualan telur asin saja, omzet BUMDes saat ini mencapai Rp22 juta, angka ini terus menunjukkan tren peningkatan, mengingat jumlah bebek produktif baru mencapai 50 persen. Omset ini belum termasuk penjualan telur bebek segar.
Hermawan optimis, seiring bertambahnya bebek produktif, kapasitas produksi telur akan terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan.
“Produksi baru sekitar 50 persen. Insyaallah ke depan akan terus naik,” ujarnya.
Kepala Desa Karangmuncang, Dede Masdeni, mengapresiasi langkah inovatif BUMDes Jagaraksa yang konsisten mengembangkan berbagai unit usaha sejak awal berdiri. Selain peternakan bebek, BUMDes juga mengelola embung desa, pertanian jagung hibrida, serta pembenihan ikan lele.
“Ini bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan pemerintah sekaligus upaya mendongkrak PADes. Harapannya, BUMDes benar-benar menjadi fondasi kemandirian Desa Karangmuncang,” ujar Dede.
Ia juga menilai kehadiran berbagai pihak dalam kunjungan tersebut menjadi dukungan moral bagi pengelola BUMDes agar terus berkembang secara profesional dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy turut meninjau langsung peternakan bebek dan BUMDes Jagaraksa, sebagai contoh inovasi desa yang cepat beradaptasi dengan peluang pasar. Ia bahkan mendorong agar produk telur asin Karangmuncang dapat dipromosikan lebih luas sebagai salah satu oleh-oleh khas Kuningan.
“Semoga produksinya dan pemasarannya terus meningkat, tentu kami siap ikut membantu promosi. Jangan sampai orang hanya mengenal telur asin dari daerah lain. Ke depan, telur asin Karangmuncang Kuningan, produksi BUMDes, harus dikenal lebih luas,” ujarnya.
Sumber: