Jembatan Lebak Ngok Akan Dibahas Bareng BBWS

Jembatan Lebak Ngok Akan Dibahas Bareng BBWS

Masyarakat memasang spanduk dilarang melintasi jembatan karena khawatir kembali tergerus air sungai. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON--

CIREBON - Kondisi jembatan Lebak Ngok di perbatasan RW 11 Benda Kerep dan RW 08 Kopiluhur Kelurahan Argasunya yang bagian sisi tebingnya tergerus air dan longsor menjadi PR baru yang harus diselesaikan. 

Pasalnya, jembatan tersebut menjadi akses utama masyarakat di Lebak Ngok, sehingga jika ditutup karena kondisi jembatan yang mengkhawatirkan, maka wilayah Lebak Ngok akan terisolasi. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Rachman Hidayat mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menerima laporan terkait kondisi longsor tersebut. 

BACA JUGA:6 Tahfiz Pimpin Tarawih, Masjid Syiarul Islam Kuningan Usung Ramadan Penuh Iman dan Literasi

"Kita akan survey awal ke lokasi," ungkap Rachman kepada Rakyat Cirebon. 

Disoal mengenai kondisi jembatan, lanjut Rachman, sementara jembatan masih aman untuk dilalui, meskipun memang riskan untuk dilalui kendaraan.

"Sementara kita lihat jembatan masih aman, karena yang longsor itu tebing di sisi sungai. Tapi kita akan survey secara keseluruhan dulu, termasuk koordinasi dengan BBWS," kata Rachman. 

BACA JUGA:Buah, Daging, Sampai Produk Bayi Diskon 30% di Promo Koran Superindo Berakhir hingga 19 Februari 2026

Sementara itu, Walikota Cirebon, Effendi Edo mengungkapkan, terkait kondisi tersebut, Pemkot akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung. 

"Kita akan koordinasikan dengan BBWS, karena secara wilayah sungai, kewenangannya ada di mereka," ungkap Edo. 

Ditambahkan Edo, dalam waktu dekat ia juga akan turin meninjau kondisi jembatan yang ada di Lebak Ngok tersebut. 

BACA JUGA:Jadwal Tayang Drama Korea Siren's Kiss dari Episode 1-12

"Setelah tanggal 21 kita akan bicarakan, saya juga akan tinjau kantin kesana," kata Edo. (sep)

 

Sumber: