Bayi Baru Lahir Langsung Diberi Kado Adminduk Lengkap

Bayi Baru Lahir Langsung Diberi Kado Adminduk Lengkap

PENYERAHAN. Camat Kedokanbunder Atang Suwandi (kiri) mendampingi Kadisdukcapil M Iskak Iskandar saat memberikan adminduk bayi lahir detik-detik Proklamasi Kemerdekaan. FOTO: TARDIARTO AZZA/RAKYAT CIREBON--

RAKYATCIREBON.ID, INDRAMAYU–Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Indramayu menindaklanjuti atensi Bupati Indramayu Nina Agustina agar memberikan kado spesial kepada bayi perempuan yang lahir pada detik-detik Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 2022.

Kadonya berupa administrasi kependudukan (adminduk) lengkap setelah bayi resmi diberi nama oleh orang tuanya.

Bayi itu diketahui bernama Raya Dinata Agustin. Anak dari pasangan suami isteri Ruslan dan Rantih warga Desa Kaplongan, Kecamatan Kedokanbunder ini lahir di hari dan waktu yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Indramayu, Mohamad Iskak Iskandar mengatakan, setelah mendengar adanya informasi dari Puskesmas Kedokanbunder tentang bayi yang lahir bersamaan dengan detik-detik proklamasi, bupati Indramayu langsung memberikan atensi untuk memberikan adminduk berupa akta kelahiran, Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Identitas Anak (KIA).

Menurut dia, adminduk tersebut bisa langsung diberikan pada tanggal 17 Agustus. Namun karena bayi yang dilahirkan belum memiliki nama, akhirnya ditunda dan baru bisa diberikan pada Jumat (19/8). Juga diberikan bingkisan perlengkapan bayi.

“Alhamdulillah bupati sangat perhatian dan langsung memberikan adminduk kepada mereka yang sangat viral dan tentu saja berbahagia,” kata Iskak, Senin (22/8).

Bupati Indramayu, Nina Agustina melalui Camat Kedokanbunder, Atang Suwandi mengatakan, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada petugas medis dari Puskesmas Kedokanbunder yang telah sigap dalam membantu persalinan ibu dan bayinya tersebut sehingga keduanya lahir normal dan selamat.

“Semoga menjadi anak yang solehah dan menjadi kebanggaan orang tuanya, apalagi lahir di hari kemerdekaan. Terima kasih banyak untuk tim Puskesmas Kedokanbunder yang telah membantu persalinan,” ungkapnya.

Sementara itu, pada Rabu (17/8) lalu bayi mungil berjenis kelamin perempuan lahir pada pukul 10.04 WIB melalui proses persalinan normal.

Sehari sebelumnya, Rantih sempat dibawa mondar-mandir dari rumah ke puskesmas dan sebaliknya. Hingga akhirnya melahirkan di ruang Poned Puskesmas Kedokanbunder.

“Pasien (Rantih, red) sehari sebelumnya sudah datang ke puskesmas pada jam 10.30 WIB, namun karena pembukaannya masih jauh maka pasien kembali ke rumahnya. Kemudian pada sore harinya kembali ke puskesmas dan kembali ke rumah lagi,” jelasnya.

Kemudian pada hari Rabu (17/8), lanjutnya, pasien datang lagi ke Puskesmas Kedokanbunder pada jam 04.30 WIB. Setelah melalui berbagai proses akhirnya pasien berhasil melahirkan bayi perempuan dengan berat badan 2.800 gram dan panjang 48 sentimeter pada pukul 10.04 WIB.

“Alhamdulillah pasien dan bayinya dalam keadaan sehat semuanya. Kita ikut merasakan bahagia karena melahirkan di hari yang istimewa,” pungkasnya. (tar)

Sumber: