BPBD Kuningan Siagakan Posko Mudik Lebaran 2026, Waspadai Jalur Rawan Bencana
BPBD Kuningan Siagakan Posko Mudik Lebaran 2026, Waspadai Jalur Rawan Bencana.-(Bubud Sihabudin-Rakyat Cirebon)
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID, KUNINGAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan menyiagakan sejumlah posko untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah/2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di jalur yang dilalui pemudik.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan pihaknya menyiapkan tiga titik Posko Siaga Mudik-Balik Lebaran yang akan beroperasi selama periode arus mudik hingga arus balik.
“Untuk mendukung kelancaran dan keselamatan pemudik, BPBD Kabupaten Kuningan menyiapkan Posko Siaga Mudik-Balik Lebaran 1447 H/2026 di beberapa titik strategis,” ujarnya.
Ia menyebutkan, posko utama berada di Kantor BPBD Kabupaten Kuningan. Sementara dua pos lainnya ditempatkan di Pos Taman Kota Kuningan serta Pos Bojong Kecamatan Cilimus.
Menurut Indra, keberadaan posko tersebut berfungsi sebagai pusat pemantauan kondisi jalur, cuaca, serta layanan informasi bagi masyarakat dan pemudik yang melintas di wilayah Kabupaten Kuningan.
“Posko ini menjadi pusat koordinasi untuk memantau kondisi cuaca dan jalur mudik, sekaligus memberikan layanan informasi kepada masyarakat maupun pemudik,” jelasnya.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur rawan bencana, khususnya kawasan perbukitan yang berpotensi terjadi longsor ketika hujan dengan intensitas tinggi.
Selain menyiagakan posko, BPBD juga mengingatkan pemudik agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, mulai dari memantau kondisi cuaca dan jalur yang akan dilalui, memastikan kendaraan dalam kondisi prima, hingga beristirahat secara berkala untuk menghindari kelelahan saat berkendara.
Indra juga menyarankan masyarakat menyiapkan perlengkapan darurat selama perjalanan, seperti senter, kotak P3K, air minum, serta perlengkapan lain yang dapat membantu jika terjadi kondisi darurat.
“Yang terpenting tetap berhati-hati di perjalanan, perhatikan kondisi cuaca dan jalur, serta jangan memaksakan diri saat lelah. Keselamatan harus menjadi prioritas,” pungkasnya.
Di tengah kesiapsiagaan menghadapi arus mudik, BPBD Kabupaten Kuningan juga mencatat sejumlah kejadian bencana tanah longsor yang terjadi dalam beberapa hari terakhir akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Peristiwa pertama terjadi di Blok Nangkagede, Desa Kertawirama, Kecamatan Nusaherang, pada Senin (16/3) sekitar pukul 05.30 WIB. Longsor menyebabkan tembok penahan tanah (TPT) sepanjang sekitar delapan meter ambruk dan merusak dinding belakang rumah milik Yanto (53). Warga bersama petugas telah melakukan penanganan sementara dengan memasang terpal untuk menutup bagian rumah yang terdampak.
Kejadian serupa juga terjadi di Dusun Manguntapa, Desa Singkup, Kecamatan Pasawahan, pada Minggu (15/3) sekitar pukul 17.30 WIB. Material longsor dari tebing setinggi sekitar 10 meter menimpa dinding kamar mandi rumah milik Yayah hingga jebol. Selain itu, longsoran tembok penahan tanah di lokasi lain sempat menutup akses jalan lingkungan.
Sementara itu, di Dusun Belah, Desa Cantilan, Kecamatan Selajambe, longsor tebing terjadi pada Sabtu (14/3) sekitar pukul 14.00 WIB. Longsoran tersebut mengancam bagian dapur rumah milik Darman (80) serta menimbun saluran irigasi persawahan Cisampih dengan ketebalan material sekitar dua meter.
Sumber: