Tiga Rumah Ambruk Selama Bulan September

Tiga Rumah Ambruk Selama Bulan September

Petugas BPBD Kota Cirebon melakukan assesment terhadap salah satu kejadian rumah ambruk. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON--

BPBD sendiri, kata Andi, terus melakukan langkah-langkah proaktif dan terpadu dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah saat ini.

BACA JUGA:PGM Indonesia Temui DPRD Cirebon, Sampaikan Aspirasi Guru Madrasah Swasta

Upaya yang dilakukan BPBD terbagi dalam tiga tahap, mulai dari pra-bencana, meliputi mitigasi dan kesiapsiagaan, tanggap darurat, serta pasca-bencana yang meliputi penanganan dampak hingga trauma healing. 

Tahap pra-bencana difokuskan pada pencegahan dan pengurangan risiko, melalui berbagai langkah seperti pemetaan wilayah rawan bencana, termasuk daerah langganan banjir, longsor, dan rob.

Sosialisasi dan edukasi masyarakat tentang pentingnya pencegahan bencana serta menjaga kebersihan lingkungan. 

BACA JUGA:Kerahkan Alat Berat, BBWS Cimancis Antisipasi Dampak Musim Hujan

Kerja bakti dan normalisasi saluran air bersama masyarakat, serta koordinasi dengan BBWS Cimanuk–Cisanggarung untuk pengerukan sungai juga menjadi fokus di langkah preventif. 

Dibawah, ditambahkan Andi, BPBD juga melakukan penguatan dengan membentuk Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana. 

"Seluruh langkah ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus meminimalisir risiko kerugian saat bencana terjadi," imbuh Andi. (sep) 

Sumber: