Tak Terima Dimutasi, Anggota Brimob Ini Beberkan Isi Chat Komandannya, Bikin Kaget

Tak Terima Dimutasi, Anggota Brimob Ini Beberkan Isi Chat Komandannya, Bikin Kaget

--

RAKYATCIREBON.ID, CIREBON - Seorang anggota Brimob sudah jengah dengan permintaan atasannya. Apalagi setelah dimutasi tanpa kesalahan dan alasan yang jelas.

Anggota Brimob bernama Bripka Andry Darma Irawan sampai curhat di media sosial. Dia juga membocorkan isi chat dengan komandannya.

Tangkapan layar isi chat Bprika Andry dengan komandannya, Kompol PHS, kini viral di media sosial.

Isinya sungguh keterlaluan. Tidak sedikit warganet yang terkejut dengan isi chat tersebut. Tak menyangka sampai segitunya permintaan uang setoran di institusi Polri.

“Enak bener jadi Komandan Cari uang pak @ListyoSigitP,” komentar salah seorang warganet.

Dari isi chat yang dibocorkan Bripka Andry di media sosial, terungkap bahwa Kompol PHS meminta setoran uang kepada anak buahnya tersebut.

Tidak terlalu jelas peruntukan uang tersebut untuk apa.

Namun, dalam chat tersebut sang komandan menyatakan bahwa dirinya sedang butuh dana.

Lalu dia menanyakan apakah bisa menggunakan dana cadangan milik Andry atau tidak.

"Ndry.. saya butuh dana 30 jt apakah saya bisa pakai dana cadangan mu ?," tanya Kompol PHS.

"Siap komandan kapan dibutuhkan dananya?" jawab Bripka Andry.

"Lebih cepat lebih baik Ndry...," timpak Kompol PHS lagi.

Dalam chat yang lain, Kompol PHS menyebutkan kebutuhan untuk kegiatan ke Bagan Siapi-api.

"Upayakan hari ini ada tambahan amunisi ndry..Krn besok ada giat ke Bagan siapi-api.. butuh dana 10 SD 15 jtan," tulis PHS.

Tidak sampai di situ, sumber dana yang disetorkan Bripka Andry ke Kompol PHS juga cukup mencurigakan.
 
Diduga ada dana yang bersumber dari kegiatan ilegal. Sebab, sempat disebutkan di dalam chat tersebut.

Awalnya, Kompol PHS menanyakan suatu perkembangan. Tampaknya menyangkut kegiatan tertentu di antara mereka.

"Perkembangan yang lain-lain bagaimana?" tanya PHS.

"Mohon ijin untuk kegiatan ilegal sementara masih tutup semua komandan perintah Tanjung 1. Ijin," jawab Andry.

Bripka Andry dan Kompol PHS berdinas di Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Riau.

Belakangan Andry dimutasi ke Batalyon A Pelopor Polda Riau yang ada di Pekanbaru. Sprint mutasi keluar pada tanggal 3 Maret 2023.

Pada 8 Maret 2023 Bripka Andry menghadap ke tempat tugas yang baru.

Hal ini terungkap dalam curhatan Bripka Andry di media sosial yang juga sudah viral di media sosial.

Bripka Andry menulis curhatan tersebut di akun Facebook miliknya. Kemudian tangkapan layarnya beredar luas di platform media sosial lainnya.

Dalam curhatannya itu, Andry menuturkan, bahwa dirinya dimutasi tanpa ada kesalahan dan alasan yang jelas.

Kemudian, Andry bersama Ibunya menghadap Dansat Brimob Polda Riau untuk mempertanyakan keputusan mutasi tersebut.
 
"Kamu gak ada salah, kamu terlalu lama disana, terlalu nyaman dan kamu tidak ada kontribusi kepada satuan," demikian jawaban Dansat Brimob Polda Riau yang ditulis Andri dalam curhatannya.

Pada saat itu juga Andry menjelaskan kontribusi dirinya selama bertugas.

Dia menjelaskan bahwa sudah menjalankan seluruh perintah komandan. Mulai dari pengajuan proposal pembanguan polindes ke Pemda Rohil hingga klinik tersebut berhasil di bangun.
 
"Selain itu, saya juga diminta mencarikan uang dari luar oleh Danyon dan sudah saya setorkan sebesar 650 juta ada bukti-bukti transfernya," ujar Bripka Andry.(*)

Sumber: