Gedung Setda Cirebon Segera Diperbaiki, Anggaran DED Rp500 Juta Disiapkan

Gedung Setda Cirebon Segera Diperbaiki, Anggaran DED Rp500 Juta Disiapkan

PERBAIKAN. Administrasi untuk perbaikan Gedung Setda Kota Cirebon sedang ditempuh, dan Detail Engineering Design (DED)-nya memakan biaya sebesar Rp500 juta.-ISTIMEWA/RAKYATCIREBON.DISWAY.ID-

CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Pemerintah Kota Cirebon berencana melakukan perbaikan Gedung Sekretariat Daerah (Setda) dalam waktu dekat, dengan fokus utama pada aspek struktur bangunan. Pendanaan pun sudah disiapkan.

Asisten Administrasi Umum dan Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Arif Kurniawan menjelaskan, anggaran sebesar Rp500 juta yang bersumber dari APBD Kota Cirebon diperuntukkan khusus untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED).

Penyusunan DED Gedung Setda tersebut bekerja sama dengan Politeknik Negeri Bandung (Polban) dan difokuskan pada perbaikan struktur bangunan, meliputi tiang, balok, kolong, hingga fondasi.

“DED ini khusus untuk perbaikan struktur saja, tidak ke pekerjaan lain. Jadi di tahun 2026 perbaikan Gedung Setda hanya difokuskan pada struktur bangunan,” jelasnya.

Sementara itu, untuk pelaksanaan fisik perbaikan gedung Setda, kata Arif, pendanaan berasal dari APBD Provinsi Jawa Barat.

"Pendanaan untuk perbaikan sih dari Pemprov Jabar. Pemerintah Kota Cirebon hanya bertindak sebagai penerima manfaat. Sedangkan pelaksana kegiatan adalah Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat," katanya.

Awalnya, berdasarkan estimasi Polban tahun sebelumnya, Arif menambahkan, kebutuhan anggaran fisik untuk perbaikan Gedung Setda Kota Cirebon diperkirakan mencapai Rp11,3 miliar.

Jika ditambah perencanaan dan pengawasan, Pemkot Cirebon mengajukan anggaran sebesar Rp15 miliar kepada Gubernur Jawa Barat. Namun, anggaran yang disetujui dan tertuang dalam surat dari Dinas Perumahan Provinsi Jawa Barat hanya sebesar Rp10 miliar, termasuk pengawasan.

“Rp10 miliar itu sudah termasuk pengawasan ya, kalau fisiknya saja sekitar Rp9,3 miliar. Dengan anggaran sebesar itu, kemungkinan besar perbaikannya hanya bisa difokuskan pada struktur,” tambahnya.

Arif mengungkapkan, saat ini penyusunan DED masih dalam tahap administrasi. Proses tersebut meliputi penandatanganan nota kesepahaman (MoU), perjanjian kerja sama (PKS), serta kelengkapan dokumen sebagai syarat pengadaan melalui skema swakelola tipe 2.

“Targetnya akhir bulan ini proses administrasi sudah berjalan. DED diharapkan selesai sekitar Maret atau paling lambat April,” ungkapnya.

Berdasarkan kajian awal Polban, rekomendasi perbaikan struktur hanya mencakup lantai satu hingga lantai lima atau enam. Sementara lantai tujuh dan delapan tidak masuk dalam rekomendasi perbaikan struktur.

Untuk durasi pekerjaan fisik, Arif menyebutkan perbaikan struktur diperkirakan memakan waktu sekitar enam bulan dan yang akan diperbaiki selain struktur, adalah aspek plumbing yang sebenarnya menjadi kebutuhan penting, namun keterbatasan anggaran membuat pekerjaan kemungkinan besar harus disesuaikan.

“Apakah nanti bisa sampai perbaikan lantai tertentu, itu tergantung hasil DED Gedung Setda dan ketersediaan anggaran. Dengan Rp10 miliar sepertinya masih kurang, tapi nanti kita lihat sejauh mana bisa dikerjakan,” tukasnya.

Pada kesempatan itu, Arif juga menyampaikan, lokasi terpilih untuk pemindahan kantor sementara adalah Grage City Mall (GCM). Lokasi spesifik yang akan digunakan adalah area bekas tenant besar seperti Centro atau Matahari yang berada di bagian belakang mal.

"Rencana positif pindah ke Grage (GCM). Pertimbangannya karena faktor ketersediaan ruang. Sementara di kawasan Bima tidak mencukupi untuk menampung seluruh personel," ujarnya.

Dia mengungkapkan, jumlah orang yang akan berkantor di GCM sebanyak 150 hingga 170 ASN, termasuk Walikota, Wakil Walikota dan Sekda Kota Cirebon.

"Rencana pindah ke GCM belum pasti ya, kita masih bicarakan dengan pihak GCM-nya, cuma lokasi yang paling relevan ya di GCM," ungkapnya.

Arif memastikan, meskipun berkantor di mal, efektivitas kinerja pelayanan publik tetap akan berjalan seperti biasa.

"Ya pelayanan tetap berjalan seperti biasanya. Nanti kita lihat perkembangannya, rencana relokasi masih kita siapkan," ucapnya.

Sebelumnya, Walikota Cirebon, Effendi Edo mengatakan, sejumlah tahapan awal harus dilalui sebelum pembangunan fisik dimulai. Ia menargetkan proses pembangunan dapat dimulai pada bulan April, setelah Hari Raya Idulfitri.

“Sekarang sudah tahap proses awal. Ada beberapa tahapan yang memang harus kita tempuh dan kita lakukan. Mudah-mudahan di bulan April setelah Lebaran kita sudah mulai proses pembangunan dan pemeliharaan gedung kantor kita,” ujarnya, Senin (26/1).

Ia menjelaskan, seiring dengan dimulainya perbaikan, seluruh aktivitas di Gedung Setda akan dipindahkan ke Grage City Mall untuk sementara, karena gedung harus dikosongkan. Rencana pemindahan kantor juga akan dilakukan setelah Lebaran.

“Setelah Lebaran juga insya Allah kita sudah pindah ke Grage City, karena seluruh gedung setda harus dikosongkan. Dalam waktu dekat ini kita perbaiki semuanya,” terangnya.

Edo menegaskan, fokus utama pemerintah kota bukan pada kemewahan gedung, melainkan memastikan seluruh aparatur dapat tetap bekerja dengan baik. Menurutnya, kondisi ruangan tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pelayanan kepada masyarakat.

“Yang penting cukup dulu. Saya tidak perlu kantor yang bagus, tapi saya perlu teman-teman bisa bekerja. Kalau nanti dananya cukup, kita benahi. Kalau belum cukup, tidak apa-apa. Yang penting kita semua tetap bisa bekerja,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa semangat kerja dan pelayanan harus tetap berjalan dalam kondisi apa pun.

“Bukan karena ruangannya bagus lalu kita bekerja. Ruangan yang sederhana pun kita harus tetap bisa bekerja,” tambahnya.

Menanggapi hasil dari pemantauan di lokasi yang akan dijadikan kantor sementara pemda yang kondisi plafonnya tidak baik, Edo tidak mempermasalahkannya dan tetap akan memindahkan staf yang ada di gedung Setda ke GCM.

"Tidak perlu dipersoalkan, saya perlu teman-teman untuk bisa bekerja di ruangan yang jelek pun harus tetap bisa bekerja," pungkasnya. (its)

Sumber: