Pemkab Cirebon Baru Inventarisir 40 TPS Liar
JELASKAN. Wabup Cirebon, H Agus Kuniawan Budiman menjelaskan ada sebanyak sampah 1.200 ton sehari.-ZEZEN ZAENUDIN ALI-RAKYAT CIREBON
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID, CIREBON - Produksi sampah di Kabupaten Cirebon telah mencapai sekitar 1.200 ton per hari. Namun, pemerintah daerah baru mulai menginventarisasi. Ada sekitar 40 titik pembuangan sampah liar. Tersebar di sejumlah kecamatan.
Jumlah titik pembuangan liar pun diperkirakan terus bertambah karena pendataan belum selesai. Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman meminta seluruh camat segera memetakan lokasi pembuangan sampah liar.
Laporan tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan penanganan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
"Kami minta seluruh camat memetakan titik sampah liar di wilayahnya masing-masing, kemudian melaporkannya kepada Dinas Lingkungan Hidup agar penanganannya tepat sasaran," katanya.
BACA JUGA:Wabup Jigus Ajak Kuwu Teladani Semangat Mbah Kuwu Sangkan
Menurut Jigus--sapaan untuknya, data sementara mencatat sedikitnya 40 titik sampah liar. Angka itu belum final. Proses pendataan masih berlangsung di seluruh kecamatan.
Pemetaan tidak hanya mencatat lokasi. Pemerintah juga akan menghitung volume sampah, kebutuhan armada, hingga fasilitas pengolahan di setiap wilayah.
Langkah tersebut menjadi dasar menyusun arah penanganan persampahan. Sebab, tanpa data yang akurat, peningkatan layanan dinilai sulit dilakukan secara efektif.
Selain titik sampah liar, camat diminta mendata keberadaan TPST, TPS3R, serta desa yang telah bermitra dengan DLH. Seluruh data akan dipakai untuk menghitung kebutuhan anggaran dan infrastruktur persampahan.
BACA JUGA:Spesifikasi dan Harga Mitsubishi Xforce Hybrid Terbaru 2026: Lengkap Semua Varian
Pemkab berharap perusahaan ikut terlibat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dukungan itu diarahkan untuk membantu penyediaan sarana pengelolaan sampah di kawasan yang masih menjadi lokasi pembuangan liar.
Sekretaris DLH Kabupaten Cirebon, Sugeng Wahyudi mengatakan, lokasi TPS liar umumnya berada di kawasan yang mudah diakses kendaraan. Seperti jalur lintasan maupun area di sekitar pintu tol.
"Sudah kita data, ada diangka 40-an lokasi yang kami anggap ekstrem. Tumpukan-tumpukan kecil kita anggap bukan TPS liar," katanya.
Prediksinya, angka TPS liar bisa terus bertambah. Pihaknya masih menunggu laporan lanjutan dari para camat. Sugeng menjelaskan, mayoritas sampah yang ditemukan di TPS liar merupakan sampah rumah tangga. Dibuang begitu saja oleh pengendara saat melintas. (zen)
Sumber: