Dishub Akui Banyak Kendala Kelola Parkir, Sebut Salah satunya SDM

Dishub Akui Banyak Kendala Kelola Parkir, Sebut Salah satunya SDM

Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Andi Armawan. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON--

CIREBON - Kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon sebagai salahsatu perangkat daerah yang mengampu Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam mengelola perparkiran kembali disorot.

Pasalnya, target pemasukan ke kas daerah, khususnya dari retribusi parkir di badan jalan yang menjadi tanggung jawab Dishub dari tahun ke tahun tak kunjung terpenuhi. 

Merespon sorotan yang diarahkan oleh DPRD pada saat rapat evaluasi penetapan target PAD Senin lalu, Kepala Dishub Kota Cirebon, Andi Armawan mengungkapkan, pihaknya terus berupaya memaksimalkan pendapatan dengan sudah mencoba menerapkan sejumlah skema pengelolaan parkir, mulai dari penerapan parkir zona, non-zona, hingga parkir khusus.

BACA JUGA:Simulasikan Retribusi Parkir Gandeng Pihak Ketiga, Komisi I: Bisa Dapat PAD 14 Milyar Per Tahun

Meskipun demikian, Andi mengakui, dengan berbagai upaya yang dilakukan pihaknya, target pemasukan daerah yang ditetapkan tak kunjung terpenuhi. 

"Revisi terhadap Perda juga sudah, agar lebih sesuai dengan kondisi di lapangan, tapi memang dengan kondisi saat ini, realisasinya kita tidak pernah memenuhi target. Kami tetap berupaya maksimal melalui berbagai strategi dan evaluasi lapangan," ungkap Andi, Rabu (29/10). 

Menurut Andi, salah satu kendala utama dalam pengelolaan retribusi parkir adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM), dimana banyak personel yang diakuinya sudah berusia lanjut, sehingga produktivitas penarikan retribusi menjadi kurang optimal.

BACA JUGA:Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono Turun Menyapa Siswa SMPN 1 Kota Cirebon

"SDM kami banyak yang sudah sepuh. Penagihan di lapangan dilakukan siang dan malam, bahkan dalam kondisi cuaca buruk. Tapi kami tetap berusaha maksimal," jelas Andi.

Akibat faktor SDM tersebut, lanjut Andi, menyebabkan sejumlah titik parkir di Kota Cirebon belum tergarap secara maksimal, termasuk beberapa kawasan kuliner baru yang tumbuh pesat belum masuk ke dalam sistem retribusi resmi Dishub.

"Banyak lokasi baru, terutama pusat kuliner, yang belum masuk dalam pemetaan. Ke depan, kami akan lakukan survei dan pemetaan menyeluruh agar potensi parkir bisa dimanfaatkan secara optimal," ujar Andi. (sep) 

Sumber: